Nona tak bicara kala tanganmu menyentuh punggungnya
Nona tak bicara kala bibirmu mencium bahunya
padahal Nona bertahta .
Nona tak berkata saat kau belai rambut indahnya
Nona tak berkata saat kau berbisik di telinganya
padahal Nona punya bunga
Lalu
Kau gugurkan pula mahkotanya
Setelah pelan kau cabut duri di tubuhnya!
Telanjang sudah ia
tapi kau !
Tinggalkan pula biji di putiknya
Kelak tumbuh lahir dan bertanya
"siapa dia yang meninggalkanku menjadi bunga juga ?"
Diam Nona
Tak ada jawaban ,
Hanya hatinya menjerit "BAJINGAN"
(linstyneindah)
pesan : untuk kawan wanita berahta , kita berbeda kita istimewa, jngan biarkan dirimu terjebak cinta muda , terjebak pegaulan yang tak mampu kau tahan. ingat kita cerminan keluarga , perempuan adalah harapan bangsa juga , bagaimana negaramu mampu berkembang jika wanitanya rusak . bahkan menyesal kemudianpun tak mengubah siapa kamu, masalalu sudah mendarah di dirimu .
#stopseksbebas
#stophamildiluarnikah
Linstyne Indah Worlds
Sabtu, 29 April 2017
PADA MALAM TAK BERTUAN
kadang berharap agar tak ada Matahari sesaat saja, agar kunikmati percakapan gilaku dengan malam.
meski penuh kepalsuan, tapi dramaku dengan malam lebih indah dari manusia tak mengira.
walau kadang malam tak jarang membuatku lemah, yang selalu mengingatkanku padamu.
Kau yang menyuguhkan kopi hitam diatas pandang kerlap lampu malam, waktu itu.
ingatkah ?
Mulut kita tak berhenti berkata, tawa diantara angin lembut membawa mesrah, lampu remang dan akustik membaur saja , syahdu
aku kau patri pada rasa yang berbeda, dimana aku menjadi satu-satunya wanita yang merasakan manis
malam itu.
..
namun saat ku teguh kopi yang kau suguh, "pahit"
"jangan berpura-pura lagi , kau suguhkan aku kopi hitan tak bergula, rupanya ."
malam tak sebecanda itu . sayang.
lalu malam berubah tak bertuan, hilang begitu saja kau dari hadapanku, tak ada berita kau tinggalkan saja aku dengan harap, " apa tak kau cicip dulu kopi ini sebelum ku berikan padaku ? "
..
berhenti sejenak pada akustik yang memecah, cajon bergema menyapa hati yang teluka .
pada malam yang tak bertuan aku putuskan
"kau hanya kenang yang menemani musik malam ku di sepi kota, bertatap namun tak berkata, lupa juga aku berkenalan, "hei kopimu ketinggalan"
pada malam tak bertuan
"kau dan kopimu hanya debu di sudut meja Cafe Ann lewat tengah malam hilang ditiup angin tak berarah , takkan ku genggam takkan ku gapai. ku biarkan dan kulupakan
"jika kelak bertemu lagi kan ku tegur pula kau, sebagai insan yang baru ku kenal , tanpa kenangan.
(LinstyneIndah 05-07-2017)
puisi.
meski penuh kepalsuan, tapi dramaku dengan malam lebih indah dari manusia tak mengira.
walau kadang malam tak jarang membuatku lemah, yang selalu mengingatkanku padamu.
Kau yang menyuguhkan kopi hitam diatas pandang kerlap lampu malam, waktu itu.
ingatkah ?
Mulut kita tak berhenti berkata, tawa diantara angin lembut membawa mesrah, lampu remang dan akustik membaur saja , syahdu
aku kau patri pada rasa yang berbeda, dimana aku menjadi satu-satunya wanita yang merasakan manis
malam itu.
..
namun saat ku teguh kopi yang kau suguh, "pahit"
"jangan berpura-pura lagi , kau suguhkan aku kopi hitan tak bergula, rupanya ."
malam tak sebecanda itu . sayang.
lalu malam berubah tak bertuan, hilang begitu saja kau dari hadapanku, tak ada berita kau tinggalkan saja aku dengan harap, " apa tak kau cicip dulu kopi ini sebelum ku berikan padaku ? "
..
berhenti sejenak pada akustik yang memecah, cajon bergema menyapa hati yang teluka .
pada malam yang tak bertuan aku putuskan
"kau hanya kenang yang menemani musik malam ku di sepi kota, bertatap namun tak berkata, lupa juga aku berkenalan, "hei kopimu ketinggalan"
pada malam tak bertuan
"kau dan kopimu hanya debu di sudut meja Cafe Ann lewat tengah malam hilang ditiup angin tak berarah , takkan ku genggam takkan ku gapai. ku biarkan dan kulupakan
"jika kelak bertemu lagi kan ku tegur pula kau, sebagai insan yang baru ku kenal , tanpa kenangan.
(LinstyneIndah 05-07-2017)
puisi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mahkota Nona Bunga
Nona tak bicara kala tanganmu menyentuh punggungnya Nona tak bicara kala bibirmu mencium bahunya padahal Nona bertahta . Nona tak berkata...
-
Nona tak bicara kala tanganmu menyentuh punggungnya Nona tak bicara kala bibirmu mencium bahunya padahal Nona bertahta . Nona tak berkata...